Langsung ke konten utama

LIPSTIK

  Siang tadi, dua oranG baik memperhatikanku,  kurang lebih 3 meter dihadapanku mereka memberi syarat padaku yang kurang lebih intinya "Pulang aja sana ! kamu pucet loh !" mereka memelankan suara karna kami sedang berada di forum yang agak resmi dengan tersenyum aku bergegas mengambil sesuatu di dalam tas kesayanganku,  tadaa.. kupamerkan Lipstk wardah yang sejujurnya warnanya agak norak, oren , atau merah bata, tidak penting intinya, aku tampak pucat karna lupa memakai lipstik, segera ku coret bibirku dengan kuas lipstik, tada, kupamerkan bibirku yang sudah menyala kepada mereka.  mereka menggeleng hah ? aku bertanya sebab tidak mengerti "matamu gak bisa bohong ! pulang sana ! istirahat!" lagi2 mereka bicara tanpa suara lekas kubuka kamera depan dari ponsel untuk melihat apa yang terjadi, "lah iya." aku hanya berkedip kedip dan tersenyum pahit. Ingin segera pulang tapi sepertinya aku butuh sekitar satu jam lagi untuk tetap berada di tempat ini ah, lipstik...

Makna Kehadiran Seseorang

 Tiga, empat, lima, dan banyak kali
aku selalu meminta bantuan emak jika kehilangan sesuatu. Seringnya dompet, kartu-kartu, dan benda penting lainnya yang karena keteledoranku sering tercecer di mana-mana. Dan aku sampai hapal, benda itu sebenarnya ada di dalam kamarku sendiri, terselip di antara buku-buku, terjatuh di pinggir kasur, atau bahkan di meja yang seharunya lebih mudah ditemukan.
Bukan orang lain, emak adalah orang yang sangat teliti dan tenang mencarikan barang milik anaknya yang teledor ini.

Bukan aku tak mau berusaha mencari, tapi sadar kehilangan diwaktu yang krusial harus segera beranjak pergi kadang justru membuat fokus terdistraksi. Disitulah aku membutuhkan orang lain, membutuhkan emakku yang pikiran dan hatinya selallu tenang sehingga tidak pernah gagal menemukan barang punya anaknya.

Kadang kadang, dalam hidup yang lebih luas lagi, kita selalu membutuhkan orang lain yang hatinya sedang tenang, yang pikirannya sedang jernih, untuk menunjukan hal-hal yang sebanarnya sudah ada namun terhalangi oleh pikirann daan perasaan kita sendiri.

Bukan tak punya, seringnya kita lupa bahwa mampu begini dan begitu, kita lupa  memiliki ini dan memiliki itu, namun semuanya tertutupi dengan kesedihan, rasa marah, kekecewaan, kalut, kemrungsung, panik, takut, dan aneka emosi lainnya sehingga yang kita ingat adalah bahwa kita tak mampu berbuat apapun, kita tak bisa melakukan apapun, kita tak punya siapapun. Disitulah kita membutuhkan oranglain, untuk mengingatkan betapa kuatnya dirikita, betapa berharganya diri kia, betapa jauhnya jalan yang telah kita lalui sehingga sampai pada progses hari ini.

tibaa-tiba aku teringat pula, dipertengahan tahun yang lalu setelah kusampaikan bahwa sepertinya aku tak membutuhkan orang lain sebab aku merasa sudah dan selalu cukup kuat, seseorang yang amat cantik berkata padaku bahwa, kehadiran oang lain memang tak selalu dapat membuat kita kuat, tapi kehadiran orang lain mampu mengingatkan kita bahwa kita memang dapat selalu kuat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ihya’ Al-Mawat dan Jialah, Pengertian ,rukun dan syarat, dasar hukum ihya' Al-mawat dan Jialah / ja'alah / ju'alah

Ihya’ Al-Mawat dan Jialah Makalah Disusun sebagai tugas Matakuliah Fiqh Muamalah Dosen Pengampu Bpk. Ainun Yudhistira, S.H.I., M.H.I. Disusun Oleh: Nur Fitria Primastuti   21113044 FAKULTAS SYARIAH JURUSAN AHWAL AL-SYAKHSHIYYAH IAIN SALATIGA April :2015 Ihya’ Al-Mawat dan Jialah A.       Ihya’ Al-Mawat 1.        Pengertian Ihya’al-Mawat Ihya’Al-Ma’wat atau menghidupkan tanah yang telah mati di maksudkan dengan menggarap tanah yang telah mati. Di kalangan fuqoha, tanah yang telah mati dimeksud dengan “Tanah yang tidak ada tuanya dan tidak lagi di manfaatkan oleh siapapun.” Di sini di maksudkan untuk mengambil manfaat atas pemanfaatan tanah tersebut. “Tidak ada pemiliknya” maksudnya adalah tanah yang tidak ada pemiliknya sama sekai, dan tidak ada bekas garapan seperti ,pondasi, tanaman ,dan lain sebagainya. “Tanah yang tidak di manfaatkan oleh seseorang “ maksudnya tanah tersebut bebas...

Makalah Tarikh Tasyri’ Tertutup dan Terbukanya Ijtihad Zaman Sekarang

Makalah disusun sebagai tugas Mata kuliah Tarikh Tasyri’ Dosen pengampu Ibu Siti Muhtamiroh Disusun Oleh: Dewi Mustika 211-13-019 Nur Fitria Primastuti 211-13-044 JURUSAN AHWAL AL-SYAKHSHIYYAH FAKULTAS SYARI’AH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN) SALATIGA 2016 A.       Latar Belakang Seperti yang telah dijelaskan pada pertemuan mata kuliah tarikh tasyrikh yang lalu bahwa aktifitas ijtihad muncul bersama diutusnya Rasululloh Saw. sebagai seorang pemimpin dan sebagai penegak hukum. Beliau merupakan mujtahid pertama dimana saat itu satu-satunya sumber hukum adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur, kadang permasalahan ummat muncul sedangkan wahyu belum juga turun, maka Rasul melakukan ijtihad. Sepeninggal wafatnya Rasululloh, ijtihad terus perkembang di era sahabat dan seterusnya. Ketika Rasululloh masih hidup, beliau merupakan satu-satunya rujukan dalam me...

Identifikasi Transaksi yang di Larang

A.       Pendahuluan Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang berarti manusia yang satu membutuhkan manusia lain dalam kehidupan sehari-hari, dengan kata lain manusia memilki sifat saling ketergantungan. Dalam islam, hubungan sesama manusia di sebut Muamalah. Dalam menjalin hubungan dengan sesama manusia adakalanya manusia menjalin hubungan ekonomi.  Baik Jual-beli,  sewa-menyewa,  dan transaksi yang lain. Sabgai seorang muslim , tentu dalam bermuamalah di atur dengan syariat islam. Syariat islam sudah cukup jelas dan komplit memberikan aturan kepada manusia termasuk dalam bermuamalah. Pada dasarnya semua transaksi adalah dibolehkan, selain transaksi yang diharamkan. Transaksi yang dilarang disebabkan oleh tiga hal, yakni haram karena dzatnya, haram karena akdnya, dan haram karena selain akad dan dzatnya. B.       Sebab  Transaksi di Larang 1.         Transaksi y...