Siang tadi, dua oranG baik memperhatikanku, kurang lebih 3 meter dihadapanku mereka memberi syarat padaku yang kurang lebih intinya "Pulang aja sana ! kamu pucet loh !" mereka memelankan suara karna kami sedang berada di forum yang agak resmi dengan tersenyum aku bergegas mengambil sesuatu di dalam tas kesayanganku, tadaa.. kupamerkan Lipstk wardah yang sejujurnya warnanya agak norak, oren , atau merah bata, tidak penting intinya, aku tampak pucat karna lupa memakai lipstik, segera ku coret bibirku dengan kuas lipstik, tada, kupamerkan bibirku yang sudah menyala kepada mereka. mereka menggeleng hah ? aku bertanya sebab tidak mengerti "matamu gak bisa bohong ! pulang sana ! istirahat!" lagi2 mereka bicara tanpa suara lekas kubuka kamera depan dari ponsel untuk melihat apa yang terjadi, "lah iya." aku hanya berkedip kedip dan tersenyum pahit. Ingin segera pulang tapi sepertinya aku butuh sekitar satu jam lagi untuk tetap berada di tempat ini ah, lipstik...
Presiden Jokowi untuk keduakalinya
melakukan perombakan kabinet kerja pada rabu 27 juli 2016 kemarin. Perombakan kabinet
untuk keduakalinya ini menuai banyak perdebatan di masyarakat. Baik komentar
positif maupun negatif banyak
bermunculan. Isu adanya kepentingan politik atas reshufle kedua yang dilakukan
oleh jokowi lebih banyak mencuat dari
kesekian alasan yang lain.
Terlepas dari hal tersebut, bukan tentang siapa yang di gantikan atau menggantikan, bagi masyarakat yang lebih
penting adalah bagaimana para mentri lama maupun baru sebagai pelayan rakyat
itu dapat menjalanjankan tugasnya dengan baik. Sesuai dengan tujuan Presiden
Jokowi dalam melakukan perombakan kabinet kerja yakni memercepat ekonomi dan
pemerataan pembangunan para mentri dituntut memiliki etos kerja yang tinggi dan
memerhatikan apa yan sebenarnya menjadi kebutuhan masyarakat.
Terlebih kebijakan Presiden Jokowi
memasukkkan pemain lama diantaranya Sri Mulyani dan Wiranto dalam
susunan kabinet yang baru diharapkan mampu mewujudkan visi-misi presiden dan
wakil presiden , menjadikan kabinet lebih kompak dalam mewujudkan kesejahteraan
Indonesia.
Dengan mengesampingkan kepentingan
kelompok apalagi kepentingan pribadi dan lebih fokus pada kepentingan masyarakat
diharap mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
dimuat dalam Koran Harian Republika Rubrik "Fokus Publik" pada Jumat, 5 Agustus 2016
Komentar
Posting Komentar