Malam senin, tepatnya 5 menit sebelum mantap untuk mencurahkan tulisan ini, seekor nyamuk datang hendak mencicipi darah pahit dari tubuhku. karena kabar berita yang tengah heboh mengenai penyakit yang di bawa nyamuk, tentu saja aku mersa takut dan waspada. Sambil menepuk nepukkan tangan berusaha agar nyamuk mati tergencet oleh kedua telapak tangan.
Beruntung, si nyamuk lekas pergi, mencari sasaran lain yang tidak lebih ganas dari padaku, barangkali.
seketika aku bertanya-tanya di dalam hati. Maha Suci Allah menciptakan hewan sekecil itu dengan sangat detil dan teliti. Bagaimana hewan sekecil itu tetap akan mendapat jatah rejeki meskipun tdak berhasil menggigitku.
bagaiamna hewan sekecil itu memilih untuk mencari mangsa dan menyuntikkan "sungut" yang lebih kecillagi dari ukuran tubuhnya . dan masih banyak lagi ke Maha Besaran Allah dalam hewan kecil tersebut.
maka benar dikatakan dalam Al-Qur'an ayat 26 bahwa Allah membuat perumpamaan seekor nyamuk agar manusia berpikir.
kadang manusia membutuhkan satu peristiwa yang besar, suatu peristiwa yang dahsyat untuk mau sadar dan mengakui ke Maha Besaran Allah. Padahal nyamuk adalah Hal Besar yang diciptakan Allah Swt meski wujud dalam hewan yangbegitu kecil. .
Kadang manusia memohon-mohon "mukjizat dan jalan keluar"atas sebuah masalah, padahal "mukjizat" itu sudah selalu ada dan bermunculan disekitar kita, hanya saja berupa hal-hal kecil yang barangkali tak kita sadari.
Kita selalu mau jawaban atas doa doa adalah berupa hal-hal yang besar.
padahal kalau mau peka sedikit saja, hal-hal baik itu sudah ada di sekeliling kita.
dan hal2 kecil yang nampak remeh itu bisa menjadi hal besar kalau kita pandai memberi makna.
Begitu saja, malam ini berguru dari seekor nyamuk yang disebutkan Allah dalam 2.26
Komentar
Posting Komentar