Langsung ke konten utama

LIPSTIK

  Siang tadi, dua oranG baik memperhatikanku,  kurang lebih 3 meter dihadapanku mereka memberi syarat padaku yang kurang lebih intinya "Pulang aja sana ! kamu pucet loh !" mereka memelankan suara karna kami sedang berada di forum yang agak resmi dengan tersenyum aku bergegas mengambil sesuatu di dalam tas kesayanganku,  tadaa.. kupamerkan Lipstk wardah yang sejujurnya warnanya agak norak, oren , atau merah bata, tidak penting intinya, aku tampak pucat karna lupa memakai lipstik, segera ku coret bibirku dengan kuas lipstik, tada, kupamerkan bibirku yang sudah menyala kepada mereka.  mereka menggeleng hah ? aku bertanya sebab tidak mengerti "matamu gak bisa bohong ! pulang sana ! istirahat!" lagi2 mereka bicara tanpa suara lekas kubuka kamera depan dari ponsel untuk melihat apa yang terjadi, "lah iya." aku hanya berkedip kedip dan tersenyum pahit. Ingin segera pulang tapi sepertinya aku butuh sekitar satu jam lagi untuk tetap berada di tempat ini ah, lipstik...

Sebuah Kenangan untuk Masa Depan ?


 Pagi tadi, seorang baik mengirimiku sebuah pesan di WA. Foto seorang anak kecil perempuan yang dia minta aku menebaknya siapa.

Aku tidak tahu

karena kubaca pesannya sambil lalu tanpa memperhatikan foto tersebut dengan saksama 

kebetulan pagi tadi ada beberapa agenda yang mengharuskanku mengerjakan beberapa hal dalam sekali waktu 

seorang baik itu kembali membalas pesanku, bertanya sekaligus mempertegas jawabanku yang tidak mengenali foto tersebut

aku menjadi penasaran untuk membuka kembali, meneliti dengan saksama, dan mengingat mencari jawaban pertanyaan siapakah seseorang wanita kecil dalam foto itu

lah, ini fotoku sendiri, aku membatin sambil tertawa

kujawab pesan WA nya dengan permintaan maaf sebab tadi hanya kuubuka pesannya sambil lalu, kusampikan pula bahwa aku cukup terkejut ternyata gambar itu adalah fotoku sendiri

dia menjawabnya dengan tertawa, pun aku.

sambil tetap terburu2 dengan pekerjaanku yang kini sudah berganti kepekerjaan berikutnya, banyak pertanyaan yang tiba-tiba muncul dalam benak.

berapa ya usiaku saat foto itu di ambil ?
kenapa aku tidak ingat sama sekali pernah berfoto seperti itu. Atau misalnya foto itu di ambil dengan tidak sengaja, kapan dan bersama siapakah aku saat itu? kenapa bisa foto itu diambil ketika aku sedang memakai kerudung ? sebab seingatku, pernah ada fase 2 tahun aku tidak mau memakai kerudung. Jika tidak salah aku mengingat, yakni di kelas 3 dan kelas 4 SD. Berarti foto itu bisa saja di ambil ketika aku kelas 1 atau kelas 2 SD, atau kelas berapa ya..

Aku sudah berada di balai pertemuaan saaat pertanyaan pertanyaan itu semakin banyak dalam pikiran. Sebuah pertunjukan anak-anak kecil yang kusadari mereka adalah anak-anak teman teman sebayaku. Hah dunia ini berjalan begitu cepat dan rasanya aku sendiri yang berjalan di tempat.

di tengah hiruk pikuk pertunjukan, seorang ibu mengajakku berfoto bersama, kusampaikan bahwa aku bersedia membantunya untuk mengambil gambar tanpa harus ada fotoku di hapenya. 
"Foto sama kamu juga dong mbak" dia meminta dengan tulus kurasa
" oiya, baik bu .." aku yakin beliau tau aku agak sebal

" buat kenang kenangan lo mbak" belaiuu menjawab lagi, aku meresponnya dengan senyum yang kubuat-buat

aku tahu bahwa ibu yang memintaku berfoto bersama ini aalah ibu yang memang jarang kutemui, barangkali suatu saat aku tidak lagi bisa dia temui, akan dibuka galeri hapenya dan mencariku di antara ribuan foto lainyya. kemudian mengingatku sekaligus hal-hal yang melekat padaku

syukurlah, berhasil kuberi satu kenang2an gambar manis diriku di ponsel hapenya. Hahaha

terserah bagaimana dia akan mengingtku, namun yang ada dihadapannya kelak adalah foto manisku

haha. 

aku diam. tersenyum sambil membatin
kelak jika aku telah hilang dari kehidupan seseorang, atau bahkan telah lenyap dari dunia ini, seperti apa oranglain atau dunia ini akan mengingatku ya..
kepingan manakan dari masalaluku yang akan ditemukan oleh orang lain 

bagian hidupku yang manakan yang akan diingat oleh dunia

seperti seorang baik yang menemukan foto dirku dengan kerudung kah ?
atau justru kepingan yang lain yang barangkali aku tak ingin dunia ini ketahui
Bagian hidupku yang manakah yang akan orang lain ingat tentang diriku saat aku menjadi tua nanti, atau saat aku tidak ada lagi di dunia ini.

Sebenarnya jawabanya tak benar benar penting. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ihya’ Al-Mawat dan Jialah, Pengertian ,rukun dan syarat, dasar hukum ihya' Al-mawat dan Jialah / ja'alah / ju'alah

Ihya’ Al-Mawat dan Jialah Makalah Disusun sebagai tugas Matakuliah Fiqh Muamalah Dosen Pengampu Bpk. Ainun Yudhistira, S.H.I., M.H.I. Disusun Oleh: Nur Fitria Primastuti   21113044 FAKULTAS SYARIAH JURUSAN AHWAL AL-SYAKHSHIYYAH IAIN SALATIGA April :2015 Ihya’ Al-Mawat dan Jialah A.       Ihya’ Al-Mawat 1.        Pengertian Ihya’al-Mawat Ihya’Al-Ma’wat atau menghidupkan tanah yang telah mati di maksudkan dengan menggarap tanah yang telah mati. Di kalangan fuqoha, tanah yang telah mati dimeksud dengan “Tanah yang tidak ada tuanya dan tidak lagi di manfaatkan oleh siapapun.” Di sini di maksudkan untuk mengambil manfaat atas pemanfaatan tanah tersebut. “Tidak ada pemiliknya” maksudnya adalah tanah yang tidak ada pemiliknya sama sekai, dan tidak ada bekas garapan seperti ,pondasi, tanaman ,dan lain sebagainya. “Tanah yang tidak di manfaatkan oleh seseorang “ maksudnya tanah tersebut bebas...

Makalah Tarikh Tasyri’ Tertutup dan Terbukanya Ijtihad Zaman Sekarang

Makalah disusun sebagai tugas Mata kuliah Tarikh Tasyri’ Dosen pengampu Ibu Siti Muhtamiroh Disusun Oleh: Dewi Mustika 211-13-019 Nur Fitria Primastuti 211-13-044 JURUSAN AHWAL AL-SYAKHSHIYYAH FAKULTAS SYARI’AH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGRI (IAIN) SALATIGA 2016 A.       Latar Belakang Seperti yang telah dijelaskan pada pertemuan mata kuliah tarikh tasyrikh yang lalu bahwa aktifitas ijtihad muncul bersama diutusnya Rasululloh Saw. sebagai seorang pemimpin dan sebagai penegak hukum. Beliau merupakan mujtahid pertama dimana saat itu satu-satunya sumber hukum adalah Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur, kadang permasalahan ummat muncul sedangkan wahyu belum juga turun, maka Rasul melakukan ijtihad. Sepeninggal wafatnya Rasululloh, ijtihad terus perkembang di era sahabat dan seterusnya. Ketika Rasululloh masih hidup, beliau merupakan satu-satunya rujukan dalam me...

GUGATAN REKONVENSI

MAKALAH HUKUM ACARA PERDATA Disusun sebagai tugas akhir mata kuliah Hukum Acara Perdata Dosen Pengampu : Bapak Sergio Horison, S.H Oleh: Nur Fitria Primastuti FAKULTAS SYARIAH JURUSAN AHWAL AL-SYAKHSHIYYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SALATIGA Juni: 2016 Gugatan Rekonvensi A.      Latar Belakang Sebagai makhluk sosial, manusia dalam melakukan interaksi dengan orang lain kerap kali terjadi perselisahan. Perselisihan adakalanya dapat diselesaikan dengan jalan damai, tapi adakalanya perselisihan tersebut menimbulakn ketegangan yang terus menrus sehingga masing-masing pihak mersa dirugikan. Pihak/orang yang merasa dirugikan dapat mengajukan gugatan kepada pengadilan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dalam mengajukan guggatan ke pengadilan, ada dua pihak yang harus ada dalam gugatan tersebut, yakni pihak yang menggugat (penggugat) dan pihak yang di gugat (terguagat). Pihak yang digugat dalam sebuah gugatan awal atau yang di sebut...